Langsung ke konten utama

5 Kebiasaan Baru: Istri Situbondo


Situbondo adalah Kota kelahiran Irma Anggrayni (istri). Kota yang mempunyai julukan kota santri ini cukup asing buatku karena adat, kebiasaan, bahasa yang berbeda dengan Solo maupun Jember. Meskipun sudah lama mengenal Irma tapi ternyata ketika berumah tangga / tinggal serumah ada saja hal-hal baru yang aku temukan. Hari ini (ketika pesta ikan bersama "Sulap") aku menyadari bahwa ternyata ada kebiasaan baru yang selama ini aku tidak sadari. Berikut adalah 5 kebiasaan baruku mempunyai Istri orang Situbondo.

 

1. Telo’ lemma

Telo’ lemma adalah sebutan bagi penutur bahasa Madura yang secara harfiah berarti 35. Arti sebenarnya aku juga tidak tahu juga sih. Mengingat Irma (istri) adalah orang Situbondo maka sudah menjadi hal yang biasa ketika istri bernyanyi (ngomel) telok lemanya keluar. Dia seraing kali menggunakan bahasa madura dibandingkan bahasa Indonesia.

 

2. *do tinggi

Telok lema cenderung bernada tinggi ketika berbicara. Menggunakan nada tinggi tapi bukan berteriak, bukan berarti kasar tapi lebih karena kebiasaan. Intonasi pada penekanan setiap katanya cenderung tinggi. Kalau kata orang, berbicara dengan orang berbahasa madura seperti orang carok atau berkelahi.

3. Makan Ikan

Karena Situbondo adalah kawasan pesisir maka jangan heran kalau menu olahan ikan sangat banyak. Aku yang sama sekali enggak suka ikanpun akhirnya harus terbiasa makan ikan. Seperti pepatah jawa, “terbiasa karena dipaksa.


4. Oalahan menu petis

Selain menu olahan ikan yang melimpah, makanan olahan petis juga menjadi andalan kota santri ini. Mulai dari tajin palapa, tahu campur, tahu lontong, dst. Nah, kalo yang satu ini nih aku paling susah terbiasa, yaitu olahan makanan bahan petis. Menu olahan dengan bahan petis itu amis karena berbahan dasar udang atau ikan.


5. Suhu tinggi

Tidak seperti Jember atau tempat kelahiraku (Solo), Situbondo cuacanya lebih panas karena dekat dengan pesisir. Bahkan kadang ketika malam masih terasa gerah. Dengan seringnya keluar jalan- jalan dengan Istri membuatku semakin cepat terbiasa dengan suhu tinggi Situbondo. Nah, kalau ini “terbiasa karena biasa”.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kode Tuhan di Jumat Pagi

Lewat masjid dekat rumah. Jarum jam bahkan belum menunjukan pukul 8. Sudah ada serombongan bapak-bapak memakai pakaian gamis, bersarung dan bersongkok. Aku sapa. Aku yakin mereka merapat ke masjid. Entah sekedar bersih-bersih atau sambil berdzikir sambil menunggu waktu sholat jumat. Ada saja cara Tuhan memberi kode kepada umatnya lewat umatnya yang lain. Kenakanlah pakaian terbaik di ibadah sholat jumat & datanglah diawal waktu. Dari serombongan orang tersebut aku jadi ingat bahwa hari ini adalah hari Jumat. Hari dimana waktu dzuhur para muslim akan memenuhi masjid.   Barusan dari toilet umum. Aku isi bak airnya karena tadinya kosong. Air yang mengalir sangat kecil. Aku tunggu sampai penuh. Cukup lama tapi tak apa. Hitung saja aku memudahkan hajat orang yang nanti akan memakai toilet setelahku. Ternyata sekedar menyalakan keran air cukup berat bagi sebagian orang. Jumat pagi. Ada saja cara tuhan untuk memberi kode kepada umatnya untuk mengais pahala sebanyak mungkin dihari ...

Titik Kemacetan

Tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu masalah yang perlu ditindaklanjuti di Jember adalah masalah kemacetan. Masalah tersebut dirasa semakin lama semakin parah saja karena pemerintah daerah seperti menutup mata atas masalah kemacetan tersebut. Kalaupun ada penanganan itupun hanya sebatas penempatan anggota polisi dibeberapa titik kemacetan. Pada dasarnya titik kemacetan yang lumayan parah dan setiap hari selalu terjadi adalah di lingkungan sekolah yang dekat dengan jalan raya. Sebenarnya yang perlu ditinjau ulang adalah bagaimana sebenarnya tata kota / rencana dasar kota yang apakah kurang tepat sehingga menyebabkan kemacetan yang parah.   Kemacetan di lingkungan sekolah adalah masalah seharusnya segera ditangani dan segera di tindak lanjuti oleh pemerintah daerah maupun sekolah. Beberapa sekolah atau mungkin lebih dari 80% sekolah berada dipusat kota jember dan hal itu yang menyebabkan kemacetan cukup parah. Entah disengaja maupun tidak tetapi selama kurang lebih satu tahun i...