Langsung ke konten utama

Expert on Jahil






Sebuah kata “expert” mungkin saja patut disandang oleh orang-orang yang pada waktunya telah mencapai level tertinggi dalam sebuah kondisi dimana sukses mengerjai orang disekitarnya. Sebuah penjabaran dengan bahasa yang cukup tinggi memang, padahal hanya ingin menjelaskan tentang “expert on jahil.” Whatever dengan penjabaran yang gue berikan, yang pasti kalau ada barang-barang yang hilang(sementara), biasanya temen-temen gue tanya’nya sama gue. Bukan sulap memang, tapi entah kenapa barang-barang yang hilang tersebut memang sengaja gue bawa dan gue simpen sementara untuk kebaikan bersama. Kok bisa? ya, .. entah kenapa mulai SMA sampai Kuliah gue selalu dikelilingi oleh temen-temen yang suka menaruh barang seenaknya sendiri, dengan insting jahil yang begitu kuat maka barang-barang tersebut hilang dengan sendirinya. Setelah beberapa kali kehilangan barang, satu persatu temen gue akhirnya menjaga barang-barang mereka dengan lebih hati-hati (menjauhkan dari jangkauan gue).



Insting jahil itu sebenarnya juga tidak muncul dengan sendiri pada dasarnya, ada cerita menarik yang melatar belakangi tentang peningkatan level jahil’isasi yang gue alami. Mulai SD sampai kuliah Semester Pertama gue adalah pribadi yang cukup pendiam dan entah kenapa mulai semester kedua gue mulai menggila. Sebagai pribadi yang pendiam apapun akan gue lakukan dengan diam kalau marah paling gue cuman bisa melotot, dongkol gue juga paling pergi, sampai nangispun paling gue cuman bisa nahan dan jujur mukanya ‘juUelek buanget’ dah tuh kalo nahan tangis. Sewaktu SD kelas enam gue masih inget banget dah tu’, gue sempet tengkar sama temen gue yang namanya Age (sekarang nggak bisa ketemu dengannya lagi, karena dia telah meninggal karena kecelakaan). Saat itu gue nggak bisa nahan marah sampai pukul-pukul’an baskom besi yang biasa buat cuci tangan. Ending story’nya gue dan Age dibawa ke’kantor, dimarah’in guru plus orang tua dirumah. Dan saat itu juga gue mulai berjanji nggak bakalan bertengkar lagi, cukup diam belaga bego tapi liat saja nanti ending loe gimana. Waktu berjalan dan gue selalu berusaha ngerjai’in si’Age entah sepatu yang selalu berpindah tempat (sewaktu olah raga), pensil yang selalu patah, ataupun buku yang selalu berpindah tempat pula. Alhasil sekarang menjadi candu yang munkin sulit untuk dihilangkan.


Seiring berjalannya waktu, kemampuan gue terasah karena pengalaman dari SD sampai SMA. Mulai dari tas yang berpindah kepohon sampai menghilangkan 3 sepatu orang yang sama, than gue jual dipasar loak terus uangnya gue amplop dan dimasukin di tasnya dia lagi. In this case, peribahasa “Air Tenang Mengayutkan” bisa diterapkan, walaupun gue lebih suka kalo pake’ Talk Less Do More. Walaupun sampai sekarang entah berapa orang yang telah menjadi korban kejahilan gue, tapi dibeberapa moment pada saat kejadian ternyata banyak juga yang mendukung yang artinya temen-temen gue juga demen’ kalo insting jahil’isasi gue sedang “On Fire.” Dan dalam hal ini temen-temen gue yang cukup menikmati proses kreatifitas jahil’isasi gue yang sedang bekerja bisa gue bilang sebagai jahil’isatornya.... he2x..


Dampak dari sebuah proses berkembangnya jahil’isasi gue sebenarnya adalah temen-temen kuliah gue sepertinya juga menikmatinya dan terkadang mereka menganggap gue “ the expert of jahil’isasi. ” Ah nggak juga, mungkin gue merasa begitu karena gue orang yang paling sering dicari kalo mereka kehilangan barang. Well, diharapkan image sebagai jahil’isator akan segera lepas, walaupun tidak akan lepas begitu mudah karena insting selama beberapa tahun juga pasti akan terus melekat. Terkadang pernah suatu kali terbesit ide untuk menjadi mentor jahil’isasi, Gimana menurut kalian?



Dedicated for my best friend “Age” (Im sorry i’even forget your complete name)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Kebiasaan Baru: Istri Situbondo

Situbondo adalah Kota kelahiran Irma Anggrayni (istri). Kota yang mempunyai julukan kota santri ini cukup asing buatku karena adat, kebiasaan, bahasa yang berbeda dengan Solo maupun Jember. Meskipun sudah lama mengenal Irma tapi ternyata ketika berumah tangga / tinggal serumah ada saja hal-hal baru yang aku temukan. Hari ini (ketika pesta ikan bersama "Sulap") aku menyadari bahwa ternyata ada kebiasaan baru yang selama ini aku tidak sadari. Berikut adalah 5 kebiasaan baruku mempunyai Istri orang Situbondo.   1. Telo’ lemma Telo’ lemma adalah sebutan bagi penutur bahasa Madura yang secara harfiah berarti 35. Arti sebenarnya aku juga tidak tahu juga sih. Mengingat Irma (istri) adalah orang Situbondo maka sudah menjadi hal yang biasa ketika istri bernyanyi (ngomel) telok lemanya keluar. Dia seraing kali menggunakan bahasa madura dibandingkan bahasa Indonesia.   2. *do tinggi Telok lema cenderung bernada tinggi ketika berbicara. Menggunakan nada tinggi tapi bukan bert...

Kode Tuhan di Jumat Pagi

Lewat masjid dekat rumah. Jarum jam bahkan belum menunjukan pukul 8. Sudah ada serombongan bapak-bapak memakai pakaian gamis, bersarung dan bersongkok. Aku sapa. Aku yakin mereka merapat ke masjid. Entah sekedar bersih-bersih atau sambil berdzikir sambil menunggu waktu sholat jumat. Ada saja cara Tuhan memberi kode kepada umatnya lewat umatnya yang lain. Kenakanlah pakaian terbaik di ibadah sholat jumat & datanglah diawal waktu. Dari serombongan orang tersebut aku jadi ingat bahwa hari ini adalah hari Jumat. Hari dimana waktu dzuhur para muslim akan memenuhi masjid.   Barusan dari toilet umum. Aku isi bak airnya karena tadinya kosong. Air yang mengalir sangat kecil. Aku tunggu sampai penuh. Cukup lama tapi tak apa. Hitung saja aku memudahkan hajat orang yang nanti akan memakai toilet setelahku. Ternyata sekedar menyalakan keran air cukup berat bagi sebagian orang. Jumat pagi. Ada saja cara tuhan untuk memberi kode kepada umatnya untuk mengais pahala sebanyak mungkin dihari ...

Titik Kemacetan

Tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu masalah yang perlu ditindaklanjuti di Jember adalah masalah kemacetan. Masalah tersebut dirasa semakin lama semakin parah saja karena pemerintah daerah seperti menutup mata atas masalah kemacetan tersebut. Kalaupun ada penanganan itupun hanya sebatas penempatan anggota polisi dibeberapa titik kemacetan. Pada dasarnya titik kemacetan yang lumayan parah dan setiap hari selalu terjadi adalah di lingkungan sekolah yang dekat dengan jalan raya. Sebenarnya yang perlu ditinjau ulang adalah bagaimana sebenarnya tata kota / rencana dasar kota yang apakah kurang tepat sehingga menyebabkan kemacetan yang parah.   Kemacetan di lingkungan sekolah adalah masalah seharusnya segera ditangani dan segera di tindak lanjuti oleh pemerintah daerah maupun sekolah. Beberapa sekolah atau mungkin lebih dari 80% sekolah berada dipusat kota jember dan hal itu yang menyebabkan kemacetan cukup parah. Entah disengaja maupun tidak tetapi selama kurang lebih satu tahun i...