Bulan ini benar-benar sadis buat aku. Kehilangan dua flashdisk, kehilangan kepercayaan, kehilangan pacar, kehilangan hp, puh’ kalo diruntut stres sendiri. Dalam tiga bulan saja sudah lenyap semuanya. Benar-benar nikmat hidup ini, selebihnya tinggal menunggu kejadian yang mungkin lebih mengejutkan dari yang sebelumnya. Aku memang tidak dapat menyalahkan, secara natural aku yang menjadi obyeknya. Betul memang aku yang menjadi obyek, tetapi pernahkah suatu kali berfikir tentang apa dan kenapa?
Dalam bulan Desember saja ternyata aku dihadapkan pada sebuah tanggung jawab besar memimpin pasukan. Sebuah pleton khusus untuk bertarung mempertahankan sebuah kegiatan tahunan, kompetisi regional Jawa Timur. Beberapa pasukan sudah siap tempur, bahkan mungkin berani mati. Setelah berganti dibulan Januari pasukan bertambah, walaupun semangat masih sama. Beberapa pasukan ternyata mulai ragu untuk berani mati. Lebih parahnya lagi ketika berganti dibulan Februari, dalam satu pleton ternyata berkeinginan saling membunuh. Beberapa orang memutuskan untuk ‘resigns’ dan perwira-perwiraku tidak tahu. Bahkan saling menutup nutupi, walaupun akhirnya aku tahu. Tetapi sudah terlambat karena masing-masing telah mempunyai asumsi masing-masing. Akhirnya saya pasrah juga, mau mundur ya’silahkan, mau mati di medan perang ya’alhamdullilah.
Dalam lingkup personalpun juga tak kalah hebohnya. Karena terlalu sibuk dengan persiapan perang, masalah pribadi terabaikan. Pacar ditelan waktu, pulsa, dan kesibukan yang sama sekali nggak sebanding. Karena kebetulan saat itu ada gelas dan dekat dengan jendela, akhirnya kaca jendela jadi sasaran. Alhamdullilah kaca jendela pecah dan timbul masalah baru yang namanya kepercayaan. Orang-orang disekitar aku mengajak perang dingin yang dibumbui dengan perang mata. Coba di bayangkan lah’... perang diem satu atap, strez. Belum lagi beberapa minggu sebelumnya mobil kena tabrak, itu juga bonusnya.
Dari personal, persiapan perang, dan berujung pada kuliah. Banyak pikiran tetapi volume otak tetap sama. Nggak muat cak’. Kuliah aku berantakan, tugas nggak ada yang beres, jadwal kuliah aja sampai lupa. Ujung-ujungnya jadi banyak pikiran dan bingung mungkin. Mau apa-apa juga jadi salah jadi ya’gtu dah. Flashdisk hilang, Hp mbuh’nang ndi, dan masih ada tambahan yang lainnya.
Aku tidak bertujuan untuk menyalahkan seseorang, karena sebenarnya memang ini kesalahan aku pribadi. Tetapi mbok ya’ monggo, saling memahami antara satu dengan yang lain. Kita ini manusia dengan berbagai karakter, tetapi kalau saling memahami pasti akan jauh lebih baik.

Komentar
Posting Komentar