Baru dua hari menghilang dari peredaran ternyata kangen juga sama ‘Jangkrik’ (N 5130) yang merupakan Hp kesayangan. Kalaupun diruntut tenyata selama 2 tahun 15 hari ‘Jangkrik’ berada dalam genggaman. 31 Desember 2009 sekitar jam 18.30, ‘Jangkrik’ aku beli di Solo. Memang sengaja aku beli di akhir tahun supaya lebih mudah diingat, berapa lama si ‘Jangkrik’ nemen’in. Well, mungkin memang suda waktunya si’’Jangkrik’ berpindah tangan.
Nggak bisa bilang tidak, bahwa aku sekarang tak punya akses komunikasi cepat dengan keluarga di Solo. Mengingat Hp adalah satu-satunya akses komunikasi yang biasa digunakan. Dengan keadaan yang demikian, sekarang yang bisa dilakukan hanya mendekam di kamar. Berusaha memanfaatkn waktu yang luang untuk menulis dan membaca. Sangat munafik kalau sampai sekarang aku mengelak untuk tidak mempunyai pengganti Hp. Tetapi sangat bertolak belakang sekali ketika aku harus meminta. Bukan sebuah kebiasaan bagi aku pribadi jika harus meminta, terlebih bukan keluarga sendiri. aku masih mempunyai batasan-batasan yang sekiranya tidak akan aku langgar. Idealis? Nggak! Bagi aku sendiri nggak, atau mungkin bagi sebagian atau bahkan beberapa orang di sekitarku mungkin beranggapan aku idealis.
Diakui atau tidak, sebenarnya aku lebih menikmati waktuku sendiri ketika aku tidak memegang Hp. Tulisanku lebih intens, belajarpun lebih fokus, dan sejujurnya tanpa Hp nggak gangguan dari dalam (iseng-iseng SMS). ‘Mindset’ dari pribadi sendiri adalah individual tapi sosial. Aku lebih menyukai waktu sendiri, dikamar dengan kegiatanku sendiri, bahkan traveling sendiri. Tetapi, aku sangat menjunjung tinggi akan kegiatan sosial masyarakat. Bahkan beberapa pemikiran atau ide muncul untuk orang-orang disekitarku. Merasa lapar akan kegiatan sosial juga membuatku kenyang akan dunia organisasi. Mulai SMP sampai Kuliah dunia organisasi sudah aku jajah. Walaupun terkadang rasa asam bahkan pahit membuat mixing yang luar biasa dalam otak.
Dalam beberapa hari kedepan akupun mempunyai sebuah target. Target yang sebenarnya aku rencanakan tetapi masih sulit untuk terealisasikan. Dengan hilangnya ‘Jangkrik’ mungkin akan mengintenskan lagi cara menulis dan dasar pemikiran yang akan muncul. Setelah membaca tulisan ku inipun aku harap para pembaca juga ikut mendoakan. Supaya aku segera bisa merealisasikan sebuah tulisan kumpulan cerpen. Insya Allah, beberapa cerpen akan aku muat dalam blogku yang versi ketiga. Walaupun mungkin agak sulit aku juga akan berusaha mengintenskan mengisi blog versi kedua-ku. “Doakan saja”.

Komentar
Posting Komentar