Langsung ke konten utama

L . D . R



Dalam sistem perpacaran di Indonesia dan penulis pada khususnya. Ternyata “jarak” menimbukan efek yang luar biasa besar untuk masa expired sebuah hubungan. Karena jarak adalah sebuah pemicu terjadinya masalah keuangan, kebosanan, keraguan, ke’salahpahaman, ke’belaian (maksa), dan masih banyak ke-ke yang lainnya. Kebanyakan dari anggota LDR (doesn’t mean Long Dick Reduction) atau Long Distance Relationship menyederhanakan jarak itu sendiri sehingga ke-ke yang telah disebutkan tidak ditanggulangi dan akhirnya “Putus Deh.” Berikut adalah paparan singkat dari pe’nul-is yang dimaksutkan/ditujukan/diarahkan kepada anggota-anggota LDR yang lain.

Keuangan, sebuah kata sederhana yang menurut teman saya yang belajar di Fakultas Ekonomi berarti dunia, dari kata dasar “Uang” kata Sastra Indonesia. Sedangkan bagi teman saya yang belajar di Pendidikan Agama berarti Syaiton, dan bagi aku sendiri berarti kentut. Aku bilang kentut karena sistemnya cepat, karena begitu pegang uang langsung hilang/lenyap/vanish. Tapi sebelum hilang rasanya ada sesuatu yang mengganjal dan akhirnya “bosok dhuwitku entek.” Sama seperti filosofi kentut mules, keluar, bau (bosok). Sedangkan hubungan antara uang dan LDR adalah ketika urusan pulsa ataupun tiket pulang untuk pacar coy.’ Bermanis-manislah ketika manage uang dan berbosok-bosok’lah ketika pengeluaran jauh dari perkiraan.

Sedangkan kebosanan timbul dari sebuah perasaan dimana mengharuskan para LDR memandang sebuah ataupun beberapa buah photo ngupil’ yang tak bergerak. Apalagi kalau photo tersebut tak sengaja masuk cucian ‘begh, her face just like Goblin.” Dan bisa dibayangkan ketika sedang kuliah banyak bidadari ataupun bidadara yang sejelek-jeleknya memakai celana pendek dan baju bayi sedang mondar-mandir. Maka bandingkan dengan photo pacar anda yang telah masuk mesin cuci.

Keraguan, point ini mungkin adalah kebalikan dari point kebosanan. Seberapa sadarkan bahwa ente’ tidak bakalan ditinggal pacar masing-masing. Seyakin apakah bahwa hanya telfon dan sms yang bahkan dua minggu sekalipun pacar ente’masih setia nangkring. Ataukah seberapa yakin bahwa dengan kecantikan maupun kegantengan ente’ bakalan mempertahankan LDR ente2’ semua.

Dan point terakhir yang aku bahas adalah kedekatan yang memang nggak bakalan terungkapkan. Dan mungkin ini adalah point yang nyatanya membuat pe-nul sendiri menyerah tanpa syarat dari sebuah LDR. Se’canggih-canggihnya alat nggak akan bisa merefleksikan ketika dia sedang marah. Se’hebat-hebatnya alat tidak akan bisa menyalurkan bau badannya ketika dia sedang nggak mandi. Ataupun se’moderen apapun alat tidak akan bisa menyalurkan bagaimana ketika dia sedang menampar.

Entah sedikit ataupun banyak point-point diatas membantu, atau bahkan tidak sama sekali. Pe’nul-is tidak mengharapkan adanya keputusan singkat yang akhirnya berujung penyesalan. LDR itu susah tapi bukan berarti tidak mungkin, memang berat tapi tidak berarti tak ringan sama sekali. Ingatlah bahwa berlian itu indah, itulah sebabnya susah untuk ditemukan, ingatlah bahwa sesuatu yang berat pasti ada isinya (tidak kosong).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Kebiasaan Baru: Istri Situbondo

Situbondo adalah Kota kelahiran Irma Anggrayni (istri). Kota yang mempunyai julukan kota santri ini cukup asing buatku karena adat, kebiasaan, bahasa yang berbeda dengan Solo maupun Jember. Meskipun sudah lama mengenal Irma tapi ternyata ketika berumah tangga / tinggal serumah ada saja hal-hal baru yang aku temukan. Hari ini (ketika pesta ikan bersama "Sulap") aku menyadari bahwa ternyata ada kebiasaan baru yang selama ini aku tidak sadari. Berikut adalah 5 kebiasaan baruku mempunyai Istri orang Situbondo.   1. Telo’ lemma Telo’ lemma adalah sebutan bagi penutur bahasa Madura yang secara harfiah berarti 35. Arti sebenarnya aku juga tidak tahu juga sih. Mengingat Irma (istri) adalah orang Situbondo maka sudah menjadi hal yang biasa ketika istri bernyanyi (ngomel) telok lemanya keluar. Dia seraing kali menggunakan bahasa madura dibandingkan bahasa Indonesia.   2. *do tinggi Telok lema cenderung bernada tinggi ketika berbicara. Menggunakan nada tinggi tapi bukan bert...

Kode Tuhan di Jumat Pagi

Lewat masjid dekat rumah. Jarum jam bahkan belum menunjukan pukul 8. Sudah ada serombongan bapak-bapak memakai pakaian gamis, bersarung dan bersongkok. Aku sapa. Aku yakin mereka merapat ke masjid. Entah sekedar bersih-bersih atau sambil berdzikir sambil menunggu waktu sholat jumat. Ada saja cara Tuhan memberi kode kepada umatnya lewat umatnya yang lain. Kenakanlah pakaian terbaik di ibadah sholat jumat & datanglah diawal waktu. Dari serombongan orang tersebut aku jadi ingat bahwa hari ini adalah hari Jumat. Hari dimana waktu dzuhur para muslim akan memenuhi masjid.   Barusan dari toilet umum. Aku isi bak airnya karena tadinya kosong. Air yang mengalir sangat kecil. Aku tunggu sampai penuh. Cukup lama tapi tak apa. Hitung saja aku memudahkan hajat orang yang nanti akan memakai toilet setelahku. Ternyata sekedar menyalakan keran air cukup berat bagi sebagian orang. Jumat pagi. Ada saja cara tuhan untuk memberi kode kepada umatnya untuk mengais pahala sebanyak mungkin dihari ...

Titik Kemacetan

Tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu masalah yang perlu ditindaklanjuti di Jember adalah masalah kemacetan. Masalah tersebut dirasa semakin lama semakin parah saja karena pemerintah daerah seperti menutup mata atas masalah kemacetan tersebut. Kalaupun ada penanganan itupun hanya sebatas penempatan anggota polisi dibeberapa titik kemacetan. Pada dasarnya titik kemacetan yang lumayan parah dan setiap hari selalu terjadi adalah di lingkungan sekolah yang dekat dengan jalan raya. Sebenarnya yang perlu ditinjau ulang adalah bagaimana sebenarnya tata kota / rencana dasar kota yang apakah kurang tepat sehingga menyebabkan kemacetan yang parah.   Kemacetan di lingkungan sekolah adalah masalah seharusnya segera ditangani dan segera di tindak lanjuti oleh pemerintah daerah maupun sekolah. Beberapa sekolah atau mungkin lebih dari 80% sekolah berada dipusat kota jember dan hal itu yang menyebabkan kemacetan cukup parah. Entah disengaja maupun tidak tetapi selama kurang lebih satu tahun i...