Langsung ke konten utama

10 Small Ways to Make Your Marriage Happier


Tidak ada teori yang sempurna supaya sebuah pernikahan bisa bebas dari pertengkaran. Bahkan kata orang tua, pertengkaran itu adalah bumbu. Akan hambar jika tidak ada bumbu dalam kehidupan berumah tangga. Tentu permasalahan dan cara mengatasi pertengkaran tidaklah sama tapi pada kesempatan ini aku akan sedikit membagikan tips agar pernikahan kalian bisa lebih bahagia meski ada bumbu pertengkaran.

NB: POV seorang suami

 

1. Belajar menerima

Tidak ada manusia yang sempurna jadi perbanyak bersyukur atas segala kelebihan dan kekurangan pasangan. Jangan pernah berfikir untuk bisa merubah sifat, karakter, bahkan kepribadian pasangan karena itu bukan tujuan pernikahan.

 

2. Manage tidak mengatur

Istri bukan karyawan, bukan babu, jadi tidak perlu menetapkan aturan-aturan khusus. Batasan-batasan tertentu. Baiknya memamg saling melengkapi. Mencuci baju, piring atau membersihkan rumah tidak mutlak tugas istri. Biarkan sesekali malas-malasan, tidak harus ini harus itu. Jika bisa kalian kerjakan sendiri ya kerjakan saja.


3. Perhatikan hal-hal yang kecil

Kentut sembarangan, ngupil sewaktu makan, atau taruh baju sembarangan adalah hal-hal kecil yang sering aku lakukan. Mungkin sepele tapi bisa merusak mood pasangan. Dengan mengurangi durasi penggunaan smartphone mungkin bisa lebih peka terhadap hal-hal yang dianggap sepele.

 

4. Cobalah mengalah

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah bersabda: "Berwasiatlah (dalam kebaikan) pada wanita, karena wanita diciptakan dari tulang rusuk, dan yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah pangkalnya. Jika kamu coba meluruskan tulang rusuk yang bengkok itu, maka dia bisa patah. Namun bila kamu biarkan maka dia akan tetap bengkok. Untuk itu nasihatilah para wanita". (HR. Bukhari dan Muslim). Jadi cukup jelas ya kenapa seorang suami harus mengalah?


5. Romantis bagi pasangan

Tidak harus setiap hari dan setiap saat. Cukup mengingat dan merayakan hari-hari spesial bagi pasangan. Misalnya hari ulang tahun, tanggal pernikahan, tunangan, jadian, pertama kali ketemu, dst. Singkat cerita harus jadi kalender berjalan.

 

6. Berikan Perhatian

Setiap pulang kerja, minimal aku basa-basi tanya mau nitip apa. Membawa buah tangan meski hanya sekedar gorengan ke rumah juga tidak ada salahnya juga to? Insyallah pasangan akan senang meski hanya dibawangan cemilan ringan apalagi kalau anda bawakan skincare.

 

7. Jadilah Imam yang baik

Tugas seorang imam itu tidak hanya memimpin tapi juga membimbing dan mengarahkan. Karam atau tidaknya sebuah bahtera rumah tangga adalah tugas seorang Imam. Membimbing istri dan anak, mengarahkan bahtera menuju keluarga yang sakinah, mawaddah, dan wa rahmah.

 

8. Royal tapi tidak boros

Sesekali isi pulsa pasangan atau beri uang bulanan yang lebih dari biasa yang diterima. Aku pribadi jarang membelikan barang karena selera aku dan istri sangat berbeda. Dari pada tidak dipakai dan jadi mubazir, aku cenderung memberikan uang tunai.

 

9. Dilarang membentak

Di poin ini sebenarnya sangat erat dengan poin ke empat. Jika poin empat tidak terpenuhi tetap saja poin ke sembilan tidak boleh dilanggar karena akan kembali lagi ke poin empat. Muter aja terus sampai kalian paham bahwa poin ke empat itu valid. Coba tengoklah poin satu, itu adalah kunci.

 

10. Jadilah pendengar yang baik

Ibaratkan pernikahan itu adalah sebuah kotak pandora. Cantik dan molek dari kulit luar. Yang boleh melihatnya adalah anda dan pasangan anda. Karena jika sampai ada orang yang melihatnya itu adalah bencana, sama seperti mitos Yunani Kuno tentang sebuah kotak pandora.



Sekian tips yang bisa aku bagikan untuk kalian para reader. Semoga secuil pengalaman ini bisa berguna. Terima Kasih

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Kebiasaan Baru: Istri Situbondo

Situbondo adalah Kota kelahiran Irma Anggrayni (istri). Kota yang mempunyai julukan kota santri ini cukup asing buatku karena adat, kebiasaan, bahasa yang berbeda dengan Solo maupun Jember. Meskipun sudah lama mengenal Irma tapi ternyata ketika berumah tangga / tinggal serumah ada saja hal-hal baru yang aku temukan. Hari ini (ketika pesta ikan bersama "Sulap") aku menyadari bahwa ternyata ada kebiasaan baru yang selama ini aku tidak sadari. Berikut adalah 5 kebiasaan baruku mempunyai Istri orang Situbondo.   1. Telo’ lemma Telo’ lemma adalah sebutan bagi penutur bahasa Madura yang secara harfiah berarti 35. Arti sebenarnya aku juga tidak tahu juga sih. Mengingat Irma (istri) adalah orang Situbondo maka sudah menjadi hal yang biasa ketika istri bernyanyi (ngomel) telok lemanya keluar. Dia seraing kali menggunakan bahasa madura dibandingkan bahasa Indonesia.   2. *do tinggi Telok lema cenderung bernada tinggi ketika berbicara. Menggunakan nada tinggi tapi bukan bert...

Kode Tuhan di Jumat Pagi

Lewat masjid dekat rumah. Jarum jam bahkan belum menunjukan pukul 8. Sudah ada serombongan bapak-bapak memakai pakaian gamis, bersarung dan bersongkok. Aku sapa. Aku yakin mereka merapat ke masjid. Entah sekedar bersih-bersih atau sambil berdzikir sambil menunggu waktu sholat jumat. Ada saja cara Tuhan memberi kode kepada umatnya lewat umatnya yang lain. Kenakanlah pakaian terbaik di ibadah sholat jumat & datanglah diawal waktu. Dari serombongan orang tersebut aku jadi ingat bahwa hari ini adalah hari Jumat. Hari dimana waktu dzuhur para muslim akan memenuhi masjid.   Barusan dari toilet umum. Aku isi bak airnya karena tadinya kosong. Air yang mengalir sangat kecil. Aku tunggu sampai penuh. Cukup lama tapi tak apa. Hitung saja aku memudahkan hajat orang yang nanti akan memakai toilet setelahku. Ternyata sekedar menyalakan keran air cukup berat bagi sebagian orang. Jumat pagi. Ada saja cara tuhan untuk memberi kode kepada umatnya untuk mengais pahala sebanyak mungkin dihari ...

Titik Kemacetan

Tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu masalah yang perlu ditindaklanjuti di Jember adalah masalah kemacetan. Masalah tersebut dirasa semakin lama semakin parah saja karena pemerintah daerah seperti menutup mata atas masalah kemacetan tersebut. Kalaupun ada penanganan itupun hanya sebatas penempatan anggota polisi dibeberapa titik kemacetan. Pada dasarnya titik kemacetan yang lumayan parah dan setiap hari selalu terjadi adalah di lingkungan sekolah yang dekat dengan jalan raya. Sebenarnya yang perlu ditinjau ulang adalah bagaimana sebenarnya tata kota / rencana dasar kota yang apakah kurang tepat sehingga menyebabkan kemacetan yang parah.   Kemacetan di lingkungan sekolah adalah masalah seharusnya segera ditangani dan segera di tindak lanjuti oleh pemerintah daerah maupun sekolah. Beberapa sekolah atau mungkin lebih dari 80% sekolah berada dipusat kota jember dan hal itu yang menyebabkan kemacetan cukup parah. Entah disengaja maupun tidak tetapi selama kurang lebih satu tahun i...