Tidak ada teori yang sempurna supaya sebuah pernikahan bisa bebas dari pertengkaran. Bahkan kata orang tua, pertengkaran itu adalah bumbu. Akan hambar jika tidak ada bumbu dalam kehidupan berumah tangga. Tentu permasalahan dan cara mengatasi pertengkaran tidaklah sama tapi pada kesempatan ini aku akan sedikit membagikan tips agar pernikahan kalian bisa lebih bahagia meski ada bumbu pertengkaran.
NB: POV seorang suami
1. Belajar menerima
Tidak ada manusia yang sempurna jadi perbanyak
bersyukur atas segala kelebihan dan kekurangan pasangan. Jangan pernah berfikir
untuk bisa merubah sifat, karakter, bahkan kepribadian pasangan karena itu
bukan tujuan pernikahan.
2. Manage tidak mengatur
Istri bukan karyawan, bukan babu, jadi tidak perlu
menetapkan aturan-aturan khusus. Batasan-batasan tertentu. Baiknya memamg
saling melengkapi. Mencuci baju, piring atau membersihkan rumah tidak mutlak
tugas istri. Biarkan sesekali malas-malasan, tidak harus ini harus itu. Jika
bisa kalian kerjakan sendiri ya kerjakan saja.
3. Perhatikan hal-hal yang kecil
Kentut sembarangan, ngupil sewaktu makan, atau
taruh baju sembarangan adalah hal-hal kecil yang sering aku lakukan. Mungkin
sepele tapi bisa merusak mood pasangan. Dengan mengurangi durasi penggunaan smartphone
mungkin bisa lebih peka terhadap hal-hal yang dianggap sepele.
4. Cobalah mengalah
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa
Rasulullah bersabda: "Berwasiatlah (dalam kebaikan) pada wanita, karena
wanita diciptakan dari tulang rusuk, dan yang paling bengkok dari tulang rusuk
adalah pangkalnya. Jika kamu coba meluruskan tulang rusuk yang bengkok itu,
maka dia bisa patah. Namun bila kamu biarkan maka dia akan tetap bengkok. Untuk
itu nasihatilah para wanita". (HR. Bukhari dan Muslim). Jadi cukup jelas
ya kenapa seorang suami harus mengalah?
5. Romantis bagi pasangan
Tidak harus setiap hari dan setiap saat. Cukup
mengingat dan merayakan hari-hari spesial bagi pasangan. Misalnya hari ulang
tahun, tanggal pernikahan, tunangan, jadian, pertama kali ketemu, dst. Singkat
cerita harus jadi kalender berjalan.
6. Berikan Perhatian
Setiap pulang kerja, minimal aku basa-basi tanya mau
nitip apa. Membawa buah tangan meski hanya sekedar gorengan ke rumah juga tidak
ada salahnya juga to? Insyallah pasangan akan senang meski hanya
dibawangan cemilan ringan apalagi kalau anda bawakan skincare.
7. Jadilah Imam yang baik
Tugas seorang imam itu tidak hanya memimpin tapi juga
membimbing dan mengarahkan. Karam atau tidaknya sebuah bahtera rumah tangga
adalah tugas seorang Imam. Membimbing istri dan anak, mengarahkan bahtera
menuju keluarga yang sakinah, mawaddah, dan wa
rahmah.
8. Royal tapi tidak boros
Sesekali isi pulsa pasangan atau beri uang bulanan
yang lebih dari biasa yang diterima. Aku pribadi jarang membelikan barang
karena selera aku dan istri sangat berbeda. Dari pada tidak dipakai dan jadi
mubazir, aku cenderung memberikan uang tunai.
9. Dilarang membentak
Di poin ini sebenarnya sangat erat dengan poin ke
empat. Jika poin empat tidak terpenuhi tetap saja poin ke sembilan tidak boleh
dilanggar karena akan kembali lagi ke poin empat. Muter aja terus sampai kalian
paham bahwa poin ke empat itu valid. Coba tengoklah poin satu, itu adalah
kunci.
10. Jadilah pendengar yang
baik
Ibaratkan pernikahan itu adalah sebuah kotak pandora.
Cantik dan molek dari kulit luar. Yang boleh melihatnya adalah anda dan
pasangan anda. Karena jika sampai ada orang yang melihatnya itu adalah bencana,
sama seperti mitos Yunani Kuno tentang sebuah kotak pandora.
Sekian tips yang bisa aku bagikan untuk kalian para reader.
Semoga secuil pengalaman ini bisa berguna. Terima Kasih
Komentar
Posting Komentar