Minggu, 10 Juli 2022. Hari ini adalah bertepatan dengan hari Idul Adha. Hari dimana mayoritas umat muslim merayakan hari besar agama Islam. Hari ini ditandai dengan kumandang takbir di setiap masjid dan mushola. Tidak hanya takbir tapi di sudut-sudut masjid akan ada pemotongan hewan qurban. Sapi dan kambing adalah hewan menjadi hewan yang umum disembelih. Dua tahun yang lalu di hari seperti ini aku menjadi panitia pemotongan hewan qurban. Sekarang setelah menempati rumah sendiri aku kehilangan job desk. Belum ada kegiatan pemotongan hewan qurban karena jumlah warga perumaham masih sedikit.
Unjung-unjung ke
rumah saudara di Baturaden sudah menjadi agenda tetap setelah sholat Ied. Beliau
sudah melaksanakan sholat pada hari sebelumnya tapi karena aku dan istri baru sholat
hari ini maka baru kita kunjungi. Lebaran tahun ini memang tidak sama. Arab saudi
dan warga Muhammadiyah pada khususnya melaksanakan Idul Adha hari Sabtu
sedangkan pemerintah menetapkan hari minggu. Selain menetapkan hari Minggu
sebagai hari Lebaran pemerintah juga menganjurkan untuk tidak mengonsumsi jeroan hewan qurban. Seperti yang sudah
diketahui bahwa penyakit kuku dan mulut (PKM) sedang merajalela maka ada banyak
pembatasan untuk mencegah penularan ke manusia. Meski tidak melaksanakan qurban
secara pribadi, Alhamdullilah tahun ini kami juga masih mendapat jatah daging. Kurang
lebih 2 kg daging sapi tanpa tulang kami dapatkan dari Paklik dan Bulik yang
sudah kami anggap seperti Ayah dan Ibu sendiri.
Lebaran tahun ini menurutku tidak terlalu berkesan seperti
tahun sebelunya. Jika tahun lalu kami bisa berkunjung di 4-5 rumah dalam satu
hari, kali ini hanya berkunjung di rumah Baturaden. Tahun lalu bisa main ke
rumah Aria Bulan dan teman-teman yang lain. Lebaran kali ini sepertinya mereka
saling ke rumah orang tua masing-masing. tapi aku masih sangat bersyukur
lebaran ini aku bisa berdua dengan istri. Lepas ashar kami memutuskan ngafe di depan rumah. Kafe baru dengan
konsep terbuka dengan nama Bento Kopi. Cabangnya ada di kota-kota besar dan
sekarang buka di depan perumahan kami. Karyawannya lumayan banyak, ada sekitar
sepuluh orang. Di hari besar seperti ini mereka masih harus bekerja. Hari dimana
normalnya libur dan menikmati waktu dengan keluarga mereka tukar dengan
bekerja. Betul. Aku masih sangat bersyukur bisa berdua dengan istri menikmati
liburan Idul Adha tahun ini.

Komentar
Posting Komentar