Langsung ke konten utama

Suasana Idul Adha 1443H


Minggu, 10 Juli 2022. Hari ini adalah bertepatan dengan hari Idul Adha. Hari dimana mayoritas umat muslim merayakan hari besar agama Islam. Hari ini ditandai dengan kumandang takbir di setiap masjid dan mushola. Tidak hanya takbir tapi di sudut-sudut masjid akan ada pemotongan hewan qurban. Sapi dan kambing adalah hewan menjadi hewan yang umum disembelih. Dua tahun yang lalu di hari seperti ini aku menjadi panitia pemotongan hewan qurban. Sekarang setelah menempati rumah sendiri aku kehilangan job desk. Belum ada kegiatan pemotongan hewan qurban karena jumlah warga perumaham masih sedikit.

 

Unjung-unjung ke rumah saudara di Baturaden sudah menjadi agenda tetap setelah sholat Ied. Beliau sudah melaksanakan sholat pada hari sebelumnya tapi karena aku dan istri baru sholat hari ini maka baru kita kunjungi. Lebaran tahun ini memang tidak sama. Arab saudi dan warga Muhammadiyah pada khususnya melaksanakan Idul Adha hari Sabtu sedangkan pemerintah menetapkan hari minggu. Selain menetapkan hari Minggu sebagai hari Lebaran pemerintah juga menganjurkan untuk tidak mengonsumsi jeroan hewan qurban. Seperti yang sudah diketahui bahwa penyakit kuku dan mulut (PKM) sedang merajalela maka ada banyak pembatasan untuk mencegah penularan ke manusia. Meski tidak melaksanakan qurban secara pribadi, Alhamdullilah tahun ini kami juga masih mendapat jatah daging. Kurang lebih 2 kg daging sapi tanpa tulang kami dapatkan dari Paklik dan Bulik yang sudah kami anggap seperti Ayah dan Ibu sendiri.

 

Lebaran tahun ini menurutku tidak terlalu berkesan seperti tahun sebelunya. Jika tahun lalu kami bisa berkunjung di 4-5 rumah dalam satu hari, kali ini hanya berkunjung di rumah Baturaden. Tahun lalu bisa main ke rumah Aria Bulan dan teman-teman yang lain. Lebaran kali ini sepertinya mereka saling ke rumah orang tua masing-masing. tapi aku masih sangat bersyukur lebaran ini aku bisa berdua dengan istri. Lepas ashar kami memutuskan ngafe di depan rumah. Kafe baru dengan konsep terbuka dengan nama Bento Kopi. Cabangnya ada di kota-kota besar dan sekarang buka di depan perumahan kami. Karyawannya lumayan banyak, ada sekitar sepuluh orang. Di hari besar seperti ini mereka masih harus bekerja. Hari dimana normalnya libur dan menikmati waktu dengan keluarga mereka tukar dengan bekerja. Betul. Aku masih sangat bersyukur bisa berdua dengan istri menikmati liburan Idul Adha tahun ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Kebiasaan Baru: Istri Situbondo

Situbondo adalah Kota kelahiran Irma Anggrayni (istri). Kota yang mempunyai julukan kota santri ini cukup asing buatku karena adat, kebiasaan, bahasa yang berbeda dengan Solo maupun Jember. Meskipun sudah lama mengenal Irma tapi ternyata ketika berumah tangga / tinggal serumah ada saja hal-hal baru yang aku temukan. Hari ini (ketika pesta ikan bersama "Sulap") aku menyadari bahwa ternyata ada kebiasaan baru yang selama ini aku tidak sadari. Berikut adalah 5 kebiasaan baruku mempunyai Istri orang Situbondo.   1. Telo’ lemma Telo’ lemma adalah sebutan bagi penutur bahasa Madura yang secara harfiah berarti 35. Arti sebenarnya aku juga tidak tahu juga sih. Mengingat Irma (istri) adalah orang Situbondo maka sudah menjadi hal yang biasa ketika istri bernyanyi (ngomel) telok lemanya keluar. Dia seraing kali menggunakan bahasa madura dibandingkan bahasa Indonesia.   2. *do tinggi Telok lema cenderung bernada tinggi ketika berbicara. Menggunakan nada tinggi tapi bukan bert...

Kode Tuhan di Jumat Pagi

Lewat masjid dekat rumah. Jarum jam bahkan belum menunjukan pukul 8. Sudah ada serombongan bapak-bapak memakai pakaian gamis, bersarung dan bersongkok. Aku sapa. Aku yakin mereka merapat ke masjid. Entah sekedar bersih-bersih atau sambil berdzikir sambil menunggu waktu sholat jumat. Ada saja cara Tuhan memberi kode kepada umatnya lewat umatnya yang lain. Kenakanlah pakaian terbaik di ibadah sholat jumat & datanglah diawal waktu. Dari serombongan orang tersebut aku jadi ingat bahwa hari ini adalah hari Jumat. Hari dimana waktu dzuhur para muslim akan memenuhi masjid.   Barusan dari toilet umum. Aku isi bak airnya karena tadinya kosong. Air yang mengalir sangat kecil. Aku tunggu sampai penuh. Cukup lama tapi tak apa. Hitung saja aku memudahkan hajat orang yang nanti akan memakai toilet setelahku. Ternyata sekedar menyalakan keran air cukup berat bagi sebagian orang. Jumat pagi. Ada saja cara tuhan untuk memberi kode kepada umatnya untuk mengais pahala sebanyak mungkin dihari ...

Titik Kemacetan

Tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu masalah yang perlu ditindaklanjuti di Jember adalah masalah kemacetan. Masalah tersebut dirasa semakin lama semakin parah saja karena pemerintah daerah seperti menutup mata atas masalah kemacetan tersebut. Kalaupun ada penanganan itupun hanya sebatas penempatan anggota polisi dibeberapa titik kemacetan. Pada dasarnya titik kemacetan yang lumayan parah dan setiap hari selalu terjadi adalah di lingkungan sekolah yang dekat dengan jalan raya. Sebenarnya yang perlu ditinjau ulang adalah bagaimana sebenarnya tata kota / rencana dasar kota yang apakah kurang tepat sehingga menyebabkan kemacetan yang parah.   Kemacetan di lingkungan sekolah adalah masalah seharusnya segera ditangani dan segera di tindak lanjuti oleh pemerintah daerah maupun sekolah. Beberapa sekolah atau mungkin lebih dari 80% sekolah berada dipusat kota jember dan hal itu yang menyebabkan kemacetan cukup parah. Entah disengaja maupun tidak tetapi selama kurang lebih satu tahun i...