Langsung ke konten utama

Nyonya Besar Sudah Merdeka Belajar

 


Rabu, 8 Februari 2023 aku mendapat kabar baik. Nyonya besar sudah merdeka belajar alias lulus. Kabar tersebut aku dapatkan disela-sela dia sedang menjadi juri di salah satu event FLS2N. Aku ikut senang. Selama kurang lebih dua tahun aku juga ikut berperan dengan masa belajarnya. Tugas dan diskusi daring aku jalani dikala senggang bekerja. Ujian bahkan pernah aku kerjakan. Beruntung dikala pandemi menyerang UT melakukan kebijakan ujian daring. Tentu yang senang adalah nyonya besar.

 

Sebagai suami aku juga turut senang. Aku ikut ambil bagian dari sejarah pendidikan panjangnya. Hahaha. Aku kok ketawa ya menulis ini. Disatu sisi, jika dilihat dari masa studi seharusnya istri ini sudah S3. Di sisi yang lain aku tertawa karena tanpa ijasahpun istriku bisa kerja, dapat uang. Bisa hidup dari hasil jerih payah yang sudah dia jalani. Ada orang yang sudah mempunyai ijasah S2 bahkan S3 tapi tidak bisa hidup dari ilmu yang dia dapatkan. Well, terkadang hidup memang sebercanda itu.

 

Senang dengan selembar kertas ijasah itu bukan candaan. Bayangkan ketika setiap minggu dihantui oleh tugas yang belum dikerjakan. Terkadang harus saling konfirmasi sudah klik absen atau belum. Diskusi setiap minggu sudah di hadiri atau belum. Kira-kira tugas akhir penelitiannya seribet apa. Ketika aku mendapat kabar bahwa transkrip sudah keluar, aku lega. Rasa-rasanya setengah beban hidup sudah terkurangi. Kadang aku bingung. Sebenarnya yang kuliah dia atau aku.

 

Sedikit kritik membangun untuk UT. Sebagai mahasiswa selundupan, aku merasa administrasi UT kurang baik. Ada beberapa penilaian tugas, diskusi dan tugas akhir yang kurang fair. Sebagai catatan, ini pendapat subjektif ya. Tentu jika aku jabarkan di sini akan memakan banyak waktu. In brief, aku kurang puas dengan nilai IP dan IPK yang sudah diterima sampai saat ini. Lagi-lagi, nilai bukan menjadi tujuan utama aku dan istri. Selama ini kami berkomitmen yang penting “Lulus.” Alhamdullilah sudah tercapai. Bersama tulisan ini aku juga mengucapkan banyak terima kasih atas doa dan support teman-teman terdekat kami.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Kebiasaan Baru: Istri Situbondo

Situbondo adalah Kota kelahiran Irma Anggrayni (istri). Kota yang mempunyai julukan kota santri ini cukup asing buatku karena adat, kebiasaan, bahasa yang berbeda dengan Solo maupun Jember. Meskipun sudah lama mengenal Irma tapi ternyata ketika berumah tangga / tinggal serumah ada saja hal-hal baru yang aku temukan. Hari ini (ketika pesta ikan bersama "Sulap") aku menyadari bahwa ternyata ada kebiasaan baru yang selama ini aku tidak sadari. Berikut adalah 5 kebiasaan baruku mempunyai Istri orang Situbondo.   1. Telo’ lemma Telo’ lemma adalah sebutan bagi penutur bahasa Madura yang secara harfiah berarti 35. Arti sebenarnya aku juga tidak tahu juga sih. Mengingat Irma (istri) adalah orang Situbondo maka sudah menjadi hal yang biasa ketika istri bernyanyi (ngomel) telok lemanya keluar. Dia seraing kali menggunakan bahasa madura dibandingkan bahasa Indonesia.   2. *do tinggi Telok lema cenderung bernada tinggi ketika berbicara. Menggunakan nada tinggi tapi bukan bert...

Kode Tuhan di Jumat Pagi

Lewat masjid dekat rumah. Jarum jam bahkan belum menunjukan pukul 8. Sudah ada serombongan bapak-bapak memakai pakaian gamis, bersarung dan bersongkok. Aku sapa. Aku yakin mereka merapat ke masjid. Entah sekedar bersih-bersih atau sambil berdzikir sambil menunggu waktu sholat jumat. Ada saja cara Tuhan memberi kode kepada umatnya lewat umatnya yang lain. Kenakanlah pakaian terbaik di ibadah sholat jumat & datanglah diawal waktu. Dari serombongan orang tersebut aku jadi ingat bahwa hari ini adalah hari Jumat. Hari dimana waktu dzuhur para muslim akan memenuhi masjid.   Barusan dari toilet umum. Aku isi bak airnya karena tadinya kosong. Air yang mengalir sangat kecil. Aku tunggu sampai penuh. Cukup lama tapi tak apa. Hitung saja aku memudahkan hajat orang yang nanti akan memakai toilet setelahku. Ternyata sekedar menyalakan keran air cukup berat bagi sebagian orang. Jumat pagi. Ada saja cara tuhan untuk memberi kode kepada umatnya untuk mengais pahala sebanyak mungkin dihari ...

Titik Kemacetan

Tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu masalah yang perlu ditindaklanjuti di Jember adalah masalah kemacetan. Masalah tersebut dirasa semakin lama semakin parah saja karena pemerintah daerah seperti menutup mata atas masalah kemacetan tersebut. Kalaupun ada penanganan itupun hanya sebatas penempatan anggota polisi dibeberapa titik kemacetan. Pada dasarnya titik kemacetan yang lumayan parah dan setiap hari selalu terjadi adalah di lingkungan sekolah yang dekat dengan jalan raya. Sebenarnya yang perlu ditinjau ulang adalah bagaimana sebenarnya tata kota / rencana dasar kota yang apakah kurang tepat sehingga menyebabkan kemacetan yang parah.   Kemacetan di lingkungan sekolah adalah masalah seharusnya segera ditangani dan segera di tindak lanjuti oleh pemerintah daerah maupun sekolah. Beberapa sekolah atau mungkin lebih dari 80% sekolah berada dipusat kota jember dan hal itu yang menyebabkan kemacetan cukup parah. Entah disengaja maupun tidak tetapi selama kurang lebih satu tahun i...